Yayasan Darul Hasanah didirikan di awal tahun 1991. Dipilihnya nama ini karena didorong keinginan untuk menjadikan sebagai yayasan yang sarat dengan kebaikan. Dalam arti, yayasan yang selalu mengajar anak didik menjadi pribadi yang memiliki karakter, akhlak lslam dan berkemampuan skill yang dibutuhkan masyarakat sebagaimana keberadaannya adalah yayasan milik umat.
Yayasan ini bermula dari gagasan cemerlang seorang Muhammad Ajib, jebolan pondok pesantren Lirboyo Kediri. Kegelisahannya akan keinginan terwujudnya sebuah lembaga lslam yang selalu menyuarakan kebenaran, akhlak baik dan santri (baca : siswa) yang cakap dengan skill berguna bagi masyarakat membawanya untuk mengajak dan bahkan memprovokasi perwujudan lembaga tersebut di wilayah Banjardowo Genuk.
Saat itu tidak banyak yang tertarik, apalagi tergerak untuk mendukung gagasannya. Banyak para aghniya, pengelola masjid dan musholla yang diundang dan diajak untuk mewujudkan gagasan ini. Namun tidak banyak yang tertarik, bahkan tidak jarang yang mencibir dan melecehkan. Meski demikian semangatnya yang selalu membara tetap menggelora. Betul apa yang disabdakan nabi bahwa siapa pun yang mau gigih berusaha pasti akan berhasil. Satu demi satu orang mulai tertarik, namun sebatas dukungan moral. Sehingga pada suatu saat dia berhasil mengajak dan meyakinkan keluarga H. Ahmad Sya’roni , yang semua putranya bersedia untuk menyisihkan sebagian tinggalan ayah mereka untuk menjadi embrio lokasi berdirinya yayasan Darul Hasanah. Lewat komando H. Ahmad Syihabudin, H. Achmad Nasir, Hj. Munawaroh, Hj. Juwariah, Hj. Masriyah berikrar dan mantap untuk mewakafkan tanah sebagai modal berdirinya yayasan Darul Hasanah.Lokasi yayasan berada di Banjardowo (seperti lokasi saat ini). Bermula dari yang demikian maka animo dan greget masyarakat mulai terpetik sehingga gerakan dakwah mulai semakin diterima dan berkembang.
Beberapa nama yang bertengger di periode awal yayasan adalah H. Ahmad Syihabudin, H. Ahmad Nasir, Ahmad Taufiq, Sri Suryanti, Kasiyanto, Parmin, Agus Sulistyo dan beberapa aktifis yang lain.
(to be continued)
Ditulis Oleh : Dr. Alis Asikin, M.A
Tinggalkan Komentar