Info Penting
Jumat, 03 Apr 2026
  • Selamat datang Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2025/2026 di Yayasan Darul Hasanah! Mari bersama menapaki perjalanan ilmu, akhlak, dan prestasi untuk masa depan yang gemilang!
  • Selamat datang Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2025/2026 di Yayasan Darul Hasanah! Mari bersama menapaki perjalanan ilmu, akhlak, dan prestasi untuk masa depan yang gemilang!
22 Mei 2025

Nasehat Pendidikan ke 9 – لَا تَجْعَلْ طِفْلَكَ أَسِيرَ عَادَةٍ – Jangan Biarkan Anak Menjadi Tawanan Kebiasaan

Kam, 22 Mei 2025 Dibaca 114x

Muhammad AjibNasehat Pendidikan ke 9

لَا تَجْعَلْ طِفْلَكَ أَسِيرَ عَادَةٍ

Jangan Biarkan Anak Menjadi Tawanan Kebiasaan

Jangan biarkan anak menjadi tawanan kebiasaan sehingga ia tidak bisa melepaskan diri darinya.

Misalnya, bayi yang hanya bisa tidur jika digendong atau diayun, atau anak kecil yang tidak bisa tidur kecuali dalam keadaan lampu menyala atau harus ditemani oleh ayah atau ibunya. Begitu juga dengan kebiasaan makan dan minum: ada anak yang hanya mau makan dengan piring atau gelas tertentu, atau terbiasa dengan jenis makanan dan minuman tertentu yang harus ada setiap hari. Kebiasaan ini bisa terus berlanjut hingga dewasa, di mana anak menjadi terbiasa dengan gaya hidup tertentu yang mungkin tidak selalu bisa dipertahankan oleh orang tuanya.

Sebisa mungkin, ubahlah rutinitas dan kebiasaan anak secara berkala. Jangan biarkan kebiasaan-kebiasaan tersebut mengikatnya, tetapi bantu dia untuk membebaskan diri darinya. Hal ini akan membuatnya lebih kuat dalam menghadapi perubahan hidup di masa depan. Ketika anak sudah besar, ajarkanlah bahwa hidup selalu berubah dan tidak ada keadaan yang abadi. Lebih baik baginya untuk beradaptasi dengan perubahan daripada dikendalikan oleh keadaan yang tidak menentu.

Ulasan dan Contoh

  1. Pentingnya Menghindari Ketergantungan pada Kebiasaan

Sebagian besar orang tua tanpa sadar membentuk kebiasaan tertentu pada anak, yang kemudian membuat mereka sulit beradaptasi dengan perubahan. Kebiasaan ini bisa terlihat sepele, tetapi jika dibiarkan, dapat menjadi hambatan bagi anak dalam kehidupannya.

Contoh buruk:

  • Anak yang hanya mau makan jika diberi makan oleh orang tua, sehingga sulit mandiri saat makan di sekolah.
  • Anak yang hanya bisa tidur jika ada ibunya di sampingnya, sehingga mengalami kesulitan tidur ketika menginap di rumah saudara atau saat ibunya sedang sibuk.
  • Anak yang selalu meminta jenis makanan tertentu dan menolak makanan lain, sehingga sulit menyesuaikan diri ketika berada di tempat yang tidak menyediakan makanan tersebut.

Solusi:

  • Ajarkan anak untuk tidur sendiri sejak dini dengan mengurangi ketergantungan pada lampu atau kehadiran orang tua.
  • Biasakan anak untuk makan sendiri dan dengan berbagai jenis alat makan agar tidak terpaku pada satu jenis piring atau gelas.
  • Berikan variasi makanan agar anak terbiasa dengan berbagai rasa dan tekstur makanan.
  1. Membantu Anak Beradaptasi dengan Perubahan

Salah satu keterampilan penting dalam hidup adalah kemampuan beradaptasi. Anak yang terlalu terbiasa dengan rutinitas tertentu mungkin akan kesulitan saat menghadapi situasi baru.

Contoh:

  • Seorang anak yang terbiasa tidur siang pada jam yang sama setiap hari mungkin akan sulit beradaptasi saat harus mengikuti kegiatan sekolah yang berbeda jadwalnya.
  • Anak yang selalu mendapatkan apa yang diinginkannya dengan mudah mungkin akan mengalami kesulitan saat menghadapi tantangan dalam hidup.

Cara mengatasinya:

  • Ajarkan anak bahwa hidup selalu berubah dan tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginannya.
  • Latih anak untuk menghadapi berbagai situasi baru dengan tenang dan tidak mudah panik.
  • Biasakan anak menghadapi sedikit kesulitan agar ia terbiasa mencari solusi sendiri.
  1. Menghindari Manja Berlebihan dan Ketergantungan Berlebih pada Gaya Hidup

Sebagian anak tumbuh dengan kebiasaan hidup tertentu yang mungkin tidak selalu bisa dipertahankan. Jika sejak kecil anak terbiasa dengan kemewahan dan tidak diajarkan untuk berhemat, maka saat menghadapi kondisi ekonomi yang sulit, ia akan kesulitan menyesuaikan diri.

Contoh:

  • Anak yang selalu mendapat pakaian atau mainan mahal, sehingga ketika dewasa ia kesulitan menerima gaya hidup yang lebih sederhana.
  • Anak yang selalu mendapatkan makanan favoritnya tanpa perlu berusaha, sehingga saat menghadapi keterbatasan, ia merasa tersiksa.

Solusi:

  • Ajarkan anak untuk menghargai segala sesuatu yang dimilikinya dan tidak selalu meminta sesuatu yang mahal.
  • Biasakan anak untuk menabung dan memahami bahwa tidak semua keinginan harus segera dipenuhi.
  • Kenalkan anak pada berbagai tingkat kehidupan agar ia tidak hanya terbiasa dengan kemewahan.

Kesimpulan

Membebaskan anak dari keterikatan pada kebiasaan tertentu adalah langkah penting dalam mendidik anak agar menjadi pribadi yang lebih fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan hidup.

Apa yang bisa dilakukan orang tua?
✅ Ubah rutinitas anak secara berkala agar ia tidak terpaku pada satu pola tertentu.
✅ Ajarkan anak untuk menghadapi perubahan dengan sikap tenang dan positif.
✅ Jangan selalu menuruti keinginan anak yang berlebihan, tetapi ajarkan ia untuk memahami bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginannya.
✅ Berikan anak pengalaman menghadapi tantangan agar ia lebih mandiri dan kuat menghadapi kehidupan.

diterjemahkan oleh muhammad ajib